The Memories [Part 1: 3 Tahun yang Lalu]

the memories

Pagi itu merupakan pagi yang sial bagi seorang pemuda berkacamata. Tidak hanya sepeda motornya yang mendadak mogok sehingga ia harus berdesak-desakan di angkutan umum, kini ia juga mendapat lemparan bola basket tepat di kepalanya, yang menyebabkan kacamatanya terpental entah kemana.

Sori!” seorang pemuda kurus berteriak kepadanya, membuat si kacamata itu kesal. Masih pagi kok sudah main basket. Pemuda itu hanya menatap kebawah, mencari kacamatanya walau pandangannya agak buram.

“Punyamu kan?”

Continue reading

Advertisements

The Memories [Prolog]

the memories

Mahesa membereskan meja belajarnya dari buku-buku SMA nya, dan memasukan beberapa catatan yang ia rasa dibutuhkan di kampus nanti ke dalam tas abu-abunya. Ya, kini ia sudah mau merantau dan masuk ke sebuah universitas ternama. Saat sedang seng membolak-balik catatannya, sebuah surat terjatuh dari salah satu halaman buku tersebut. Di amplopnya terdapat tulisan “Mahesa he” mengggunakan katakana. Mahesa tersenyum. Ia ingat siapa pengirim surat itu.

Continue reading