Dibalik Sikap Aneh Junho [Oneshoot]

normal_2pm_2012_seasons_greetings_16

Dibalik Sikap Aneh Junho

Cast : 2PM Junho and 2PM Jun.k || Genre : comedy, life || Lenght : Oneshoot || Ratting : PG-13 || Disclaimer : just for fun aja, ga ada unsur jelek-jekin atau bash, happy reading^^

“Assalamualaikum, Junho kakak pulang.” Ujar Junsu sembari membuka pintu rumahnya. Aishh sebenarnya Junsu malas untuk pulang kerumah. Karna begitu sampai dirumah, pasti dia harus membereskan rumah sendirian. Sementara Junho—adiknya—hanya bermalas-malasan sembari bermain video game. Junsu harus mengerjakan semuanya sampai kedua orangtuanya pulang dari naik haji.

“Waalaikumsalam. Eh Kakak udah pulang. Kakak capek ya? Mau aku pijitin gak Kak?” tanya Junho bertubi-tubi sembari membawakan tas Junsu. Junsu hanya terbengong-bengong melihat kelakuan adiknya yang tidak biasa.

“Eh? Ini Junho kan?”

“Iya kak. Masa kakak lupa sih sama adik sendiri? Sini kak Junho pijit.”

Junsu pun masuk ke kamar diikuti Junho, kemudian dia merbahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk. Dengan sigap Junho memijit kaki kakaknya.

“Junho… tumben kamu mau mijit kakak? Biasanya kalo disuruh gak pernah mau.”

“Kakak kan hari ini capek kuliah, gak ada salahnya kan kalo aku pijit? Oiya kakak udah shalat ashar belum? Kalo belum shalat dulu gih, bentar lagi magrib lho.”

“U.. udah kok tadi di kampus.”

“Oh baguslah. Kakak mandi dulu gih, abis tu siap-siap shalat magrib. Aku mau nyapu dulu.” Junho pun pergi meninggalkan Junsu yang masih keheranan.

“Si Junho kenapa? Gak kayak biasanya dia begitu? Dia lagi kesurupan setan apa?” ujar Junsu sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kemudian dia beranjak ke kamar mandi, mengikuti saran Junho untuk mandi.

# # #

“Pagi kak. Have a nice day. Maaf kalo sarapannya kurang enak, aku yang bikin.” Ujar Junho yang sudah rapi lengkap dengan seragam SMP-nya sembari merapikan meja makan. Junsu yang masih mengantuk tiba-tiba menjadi tersadar.

“Junho… gue masih tidur kan? Gue mimpi kan? Kok lu…” tanya Junsu tak percaya.

“Enggak kok kak, yok makan, bentar lagi aku mau berangkat.” Jawab Junho sambil tersenyum. Junsu hanya mengangkat bahu, kemudian mereka makan bersama.

“Junho, kakak mau nanya boleh gak?”

“Of course kak. Nanya apa?”

“Kamu kok, jadi baik begini sama kakak? Ada apa? Kamu abis ikut ESQ kemaren?”

“Eh, aku salah ya baik sama kakak?”

“Gak salah sih, Cuma aneh aja.”

“Oalah gitu. Oiya kak, ntar kakak kuliah?”

“Iya, nanti jam 9. Oiya Ho, kamu liat mp3 kakak gak?”

“Hah? Mp3? Engg.. enggak kak. Aku berangkat dulu ya kak, takut telat. Assalamualaikum.” Ujar Junho sembari mencium tangan kakaknya, kemudian pergi keluar rumah. Sementara Junsu semakin bingung dengan sikap adiknya.

“Junho kenapa sih? Gak biasanya dia pamit sambil salim sama gue? Pasti ada apa-apanya nih.”

# # #

Sudah seminggu ini Junho selalu bersikap baik pada Junsu. Makin lama Junsu makin penasaran dengan sikap adiknya tersebut. Padahal selama hidup 14 tahun dengan Junho, adiknya itu selalu menolak jika ia selalu menyuruh Junho untuk melakukan sesuatu.

“Baby give it to me, jjaritameul naege jwo neowa hamkke hal ggeoya. Naege ttagawa jwo jigeum isun-gan maneul dareun saenggak kajima~” Junho bernyanyi lagu give it to me yang dipopulerkan oleh 2pm sembari meremas cucian yang akan dijemurnya. Tanpa disadari, Junsu pulang dari kampusnya.

“Hah? Junho nyuci? Sejak kapan?” Junsu mengucek-ngucek kedua matanya, kemudian menghampiri Junho yang sedang asyik menjemur pakaian.

“Lho Junho, kok kamu nyuci? Biasanya kan kakak yang nyuci.”

“Eh kakak udah pulang. Hehehe, abis tadi aku lihat cucian numpuk. Kasian kakak, masih capek baru pulang dari kampus harus nyuci, sementara aku yang udah pulang daritadi cuma nganggur. Jadinya aku nyuci deh.”

“Junho, kamu beneran udah tobat?”

“Sepertinya begitu kak. Oiya kita makan yuk. Junho udah siapin makanan kesukaan kakak dimeja.”

2 bersaudara itupun keudian masuk ke dalam rumah. Dalam hati Junsu masih terus memikirkan sikap aneh Junho yang sudah seminggu ini jadi baik padanya. Selama makan, Junsu hanya memperhatikan adiknya dengan perasaan aneh.

“Kak, kok kakak ngeliatin aku gitu sih? Kenapa kak? Masakan aku gak enak ya? Maaf kak, aku cuman ngikutin resep yang ada dibuku resepnya mama.”

“Gak kok, masakan kamu enak, cuma…”

“Cuma apa kak?” potong Junho.

“Cuma kakak heran. Kamu udah seminggu ini baik banget sama kakak. Kenapa Ho? Uang jajan kamu yang dikasih mama habis? Mau minta sama kakak? Minta aja kali, gak usah pake nge-baikin kakak.”

“Gak kok kak, uang Junho masih banyak.”

“Trus karena apa?”

“Kalo Junho bilang kakak gak marah kan?”

Tepat sasaran. Ternyata Junho bersikap seperti itu karena ada maunya. Berarti selama ini gue gak su’udzon ama dia. Batin Junsu.

“Emangnya kenapa Ho?” tanya Junsu berusaha membuat Junho jujur kepadanya.

“Tapi kakak janji dulu ya, kakak jangan marah ya, pleaseee…”

“Iya kakak gak marah. Emang kenapa?”

“Jadi waktu itu, aku lagi pinjem mp3 kakak. Nah lagi enak-enaknya dengerin lag, tiba-tiba Suzy sms. Nah aku kan kesenengan tuuh, secara oranng yang aku suka sms aku. Nah saking senengnya aku jingkrak-jingkrak dan bikin mp3 kakak kebanting. Udah gitu mp3 kakak gak bisa nyala. Nah aku panik, daripada dimarahin kakak, mending aku umpetin aja, makanya sebagai peermintaan maaf aku baik sama kakak. Maaf ya kaak, pleaseeee. Kakak pasti marah kan sama aku? Soalnya kan itu mp3 dari kak Yuri, pacar kakak. Please kak maafin aku yaaa….” jelas Junho panjang pendek.

Mendengar pengakuan Junho, Junsu malah tertawa terbahak-bahak yang membuat Junho kebingungan.

“Huahahahhahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha!!!!!”

“Lho, kakak kenapa? Kakak kesurupan? Kakak pasti marah banget ya? Doh kak, Junho bener-bener minta maaf.”

“Huahahaha, gini lho Ho. Sebenernya dari kamu belum pinjem, itu mp3 udah rusak. Mau kakak servis tapinya gak pernah sempet. Nah tadi kakak sempet bingung kenapa itu mp3 bisa nyala. Nah waktu kakak mau servis kamu bilang gak lihat. Mp3-nya gak bisa nyala itu bukan sepenuhnya salah kamu kok. Sorry udah bikin kamu khawatir, lagian kamu mau pinjem gak bilang-bilang dulu.”

“Ailah si kakak! Tau gitu aku gak usah dong baik begitu! Capek tahu ngerjain kerjaan rumah sendirian?”

“Capek kan? Apalagi kakak Ho, kamunya gak pernah mau bantuin. Nah sekarang dimana mp3 kakak?”

“Ada dibawah bantal aku kak. Sebentar aku ambilin.”

Junho pun pergi ke kamarnya, kemudian keluar membawa mp3 dan diserahkan kepada Junsu.

“Nah besok mau kakak servis. Kenapa gak bilang dari kemaren? Kan kamu gak usah capek seminggu jadi pembantu. Hahahaha”

“Habis Junho takut. Seneng lu kak?”

“Seneng banget banget bangeet. Hahahaha”

Tamat

Advertisements

3 thoughts on “Dibalik Sikap Aneh Junho [Oneshoot]

  1. eoonnnieeee….. hehehe… sebenernya baru hari ini baca disini… tapi, udh seneng bgt sama ceritanya ^^ sori loh yaaa… numpang baca x_x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s