WELCOME

Hai readers, asa here 😀

bagi readers atau visitor yang udah mampir kesini, komen dong, di ff, cerpen, dll. bikin aku seneng dikit gitu 😦 bikin orang seneng kan dapet pahala *haha muping :p

komentar tidak berisi(?) bash atau hal-hal yg menjelkkan ya kawan 🙂

 

ttd

asafitri edogawa

Advertisements

[Prolog] Cerita di Tengah Hujan

cerita di tengah hujan

“Setiap orang pasti memiliki kenangan terhadap hujan, kan?”

Sebuah pertanyaan terlontar dari mulut seorang gadis ponytail sambil menutup gorden. Hujan lebat dan petir yang saling memunculkan gemuruh yang sedikit membuat kaget saling bersahut-sahutan di luar. Angin kencang pun meniup pepohonan, seolah-olah akan mencabut pohon-pohon tersebut.

“Termasuk lo?” tanya Fadhel, salah satu teman gadis itu, yang sedang duduk di sebuah kursi.

Continue reading

The Memories [Part 1: 3 Tahun yang Lalu]

the memories

Pagi itu merupakan pagi yang sial bagi seorang pemuda berkacamata. Tidak hanya sepeda motornya yang mendadak mogok sehingga ia harus berdesak-desakan di angkutan umum, kini ia juga mendapat lemparan bola basket tepat di kepalanya, yang menyebabkan kacamatanya terpental entah kemana.

“Sori!” seorang pemuda kurus berteriak kepadanya, membuat si kacamata itu kesal. Masih pagi kok sudah main basket. Pemuda itu hanya menatap kebawah, mencari kacamatanya walau pandangannya agak buram.

“Punyamu kan?”

Continue reading

The Five Genius [Part 1]

the five genius

Main cast:

Shinichi Kudo : seorang detektif jenius dari Tokyo. Tinggi 174cm, golongan darah B, tanggal lahir 4 Mei. Keahliannya dalam sepak bola tidak bisa dianggap remeh. Andai ia tidak keluar dari klub sepak bola, ia bisa menjadi pemain timnas Jepang. Ayahnya, Yusaku Kudo, seorang penulis novel misteri yang sangat terkenal di dunia, sementara Ibunya, Yukiko Kudo, mantan aktris berbakat yang meraih berbagai penghargaan di seluruh Jepang. Kemampuan anailsisnya warisan dari Ayahnya, sementara sifat percaya dirinya warisan dari Ibunya.

Kaito Kuroba : seorang pencuri lihai yang selalu lolos dari kejaran polisi. Tinggi 174cm, golongan darah B, tanggal lahir 21 Juni. Keahliannya adalah menyamar dan bermain sulap. Memiliki wajah yang mirip Shinichi, sehingga ia selalu menyamar menjadi Shinichi ketika terdesak. Ayahnya bernama Touichi Kuroba, seorang pesulap terkenal di seluruh dunia, tewas akibat kecelakaan. Kaito tidak percaya kalau Ayahnya tewas karena kecelakaan, sehingga ia meneruskan jejak Ayahnya menjadi Kaito KID untuk menemukan siapa pembunuh Ayahnya.

Heiji Hattori : sama seperti Shinichi, ia juga merupakan seorang detektif SMA yang jenius, namun ia berasal dari Osaka. Tinggi 174cm, golongan darah AB. Keahliannya adalah seni beladiri kendo, dan ia merupakan atlet kendo terbaik di sekolahnya. Ayahnya adalah kepala kepolisian Osaka yang sangat disegani, Heizo Hattori. Kulitnya yang agak gelap merupakan warisan dari Kakeknya, karena kedua orangtua Heiji tidak ada yang berkulit gelap.

Shiho Miyano : seorang ilmuwan cerdas yang menciptakan obat aneh yang mampu membuat tubuh manusia menjadi kecil. Tinggi 170 dan bergolongan darah A. Ayahnya, Atsushi Miyano, merupakan seorang ilmuwan yang terobsesi membuat obat yang dapat  menghidupkan orang mati. Sifatnya dingin dan cuek membuatnya sulit bergaul.

Saguru Hakuba : dulu ia dikenal sebagai detektif SMA yang terkenal di London. Ia pindah ke Jepang untuk menangkap pencuri yang bernama spider, namun kini targetnya justru KID. Tinggi 174cm dan golongan darahnya A. Sama seperti Heiji, ia merupakan anak dari kepala kepolisian pusat di Tokyo. Cara bicaranya yang angkuh dan arogan membuat lawan bicaranya malas berdebat dengannya.

 

The story has begin….

Continue reading

The Memories [Prolog]

the memories

Mahesa membereskan meja belajarnya dari buku-buku SMA nya, dan memasukan beberapa catatan yang ia rasa dibutuhkan di kampus nanti ke dalam tas abu-abunya. Ya, kini ia sudah mau merantau dan masuk ke sebuah universitas ternama. Saat sedang seng membolak-balik catatannya, sebuah surat terjatuh dari salah satu halaman buku tersebut. Di amplopnya terdapat tulisan “Mahesa he” mengggunakan katakana. Mahesa tersenyum. Ia ingat siapa pengirim surat itu.

Continue reading